Fongers BB60 1922 (warisan ke-2)
Salam Fongers,
Sulitnya menemukan kembali fosil-fosil Fongers peninggalan nenek moyang akhirnya terbayar sudah dengan ditemukan kali kedua pada blog ini, yaitu Fongers BB60 1922 yang memiliki ciri dan keunikan tersendiri.
Dia lah Cak Gondrong yang dipercaya untuk mewarisi dan merawatnya. Tidak banyak cerita mengenai asal-muasal sepeda ini dan yang pasti ditemukan pada kondisi cat dan strip 85% utuh serta beberapa ke-khasan BB60 pada edisi 1922 ini kami sajikan sebagai berikut:
A. STIR KEMUDI
Stir kemudi type rem “U”/ congkok model tua (sayang segitiga pengungkit telah lenyap). Yang mencirikan Stir BB 1922 ini adalah dudukan berbentuk 4 kotak permanent pada batang stir (bukan kuku macan) yang dilekatkan pada silinder poros tuas rem dengan sistem baut pada bagian belakang.
Selain itu tuas rem dicirikan dengan makin mengecilnya diameter batang tuas rem mulai dari kotak silinder bagian sisi paling luar sampai batas tempat pegangan tangan (lihat gambar) dan ini berbeda dengan tuas rem BB 1926 arek Probolingngo yang memiliki diameter sama pada batang tuasnya.
B. KAKI-KAKI
Supitan garfu depan menjadi ciri khas yang paling konsisten untuk type BB/BD yaitu berupa “C” mangap nunduk yang tidak ditemukan pada type Fongers lain.
Type supitan belakang yang menjadi model khas CCG juga digunakan pada BB60 1922 rem “U” . Kenyataanya sangat berbeda dengan BB 1926 rem “U” yang menggunakan supitan belakang model “C” dengan bautan sebagai pengatur maju mundur roda. Kesimpulan penulis meyakinkan bahwa supitan belakang model CCG pada BB lebih banyak ditemukan pada type rem “U” pada keluaran tahun 1922 (berdasar survey lapangan) . Untuk itu diperlukan lebih banyak lagi telaah dari para pakar Fongers kita.
C. UNIT REM
Rem depan untuk BB tahun 1922 so’ pasti lekukan “U” –nya lebih pendek. Hal ini mungkin sebagai upaya menjaga tampilan karena menggunakan spakbor depan model putus. Sayang pada fosil Fongers ini pipa tarikan bagian atas telah hilang.
Rem belakang terlihat ramping dan masih lengkap apa adanya.
D. SPAKBOR
Berdasarkan informasi para ahli Fongers, tahun 1922 adalah batas tahun transisi beralihnya model spakbor depan buntung/ putus ke spakbor utuh (khususnya Fongers). Pada Fongers BB60 ini ditampilkan spakbor depan putus dan masih sangat sempurna.
E. GIR TENGAH
Gir tengah masih terlihat kokoh dan utuh, tetapi pen stang sepertinya sudah diganti.
Satu lagi yang mungkin bisa menjadi bahan pengetahuan atau pun bahan diskusi untuk para sahabat FOC, yaitu pada penutup bracket. Sama halnya dengan posting-an BB 1922 sebelumnya ternyata penutup bracket sama pada BB ini yaitu penutup as tengah TIDAK di-drat pada as tengah/ TIDAK dijepit oleh kones dan mur kontrak seperti tipe-tipe BB yang lain (lihat BB 1930 dan 1926) tetapi masuk pada ulir mangkokan, yang memang panjang mangkokan lebih panjang dan berulir sebagai tempat ulir penutup bracket.
F. FONGERS 1922
Demikian sajian kali ini, semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan sahabat Fongers di seluruh Indonesia.
Sidoarjo, 19 Desember 2011
FOC team
22 Mei 2013 pada 15:00
fongers memang mantapz
10 Maret 2013 pada 11:00
Maksudnya menepel supitan atas dan supitan bawah itu tipe HH (Kalau itu yang dimak
sud)
10 Maret 2013 pada 10:58
Kalau Menempek itu Tipe HH OM, saya Rasa gak harus tua.
Salam Onthel. Aha-Sidoarjo
22 Februari 2012 pada 13:52
@wawan, maha gurunya wis muncul nih, Kalo wujudnya di-upload tambah sip nih……
22 Februari 2012 pada 11:40
@Bro wawan : apakah ujung supitan belakang seperti huruf C (sehingga tdk ada pengatur rantai/gear blakang)?. Jadi antara supitan bawah & supitan belakang nyambung (tdk ada baut atau lepasan). Jika spt itu –> SELAMAT –> anda salah seorang yg beruntung mempunyai FG yg sangat tua (di bawah th 1906/07), dan model ujung supitan spt ini bukan hanya milik FG saja, tetapi jg beberapa speda buatan UK spt Royal Enfield, BSA, Norton dll di bawah th 1910an. suwun.
9 Februari 2012 pada 17:24
mohon pencerahanya?saya punya fongres tpi as belakang yang pada sepeda lainya di baut dengan mur di bawah sedel,tpi punya saya ngak as belakang menempel pada dalangan atas belakang?suwun,salam onthelis
21 Januari 2012 pada 15:09
Mantap………..86 “Pakis aji”
19 Januari 2012 pada 19:36
Fongers selalu memberikan kesan mendalam buat penggemarnya.
30 Desember 2011 pada 10:14
F O N G E R S di lawan…..mantaaap om
29 Desember 2011 pada 09:13
fongres memang melegenda
26 Desember 2011 pada 13:37
gagah perkasa fongersnya