Fongers BB60 1928 (was-was membawa nikmat)
Seringkali penantian sebuah idaman menghadapi tantangan yang tidak mudah tetapi ada kalanya muncul kemudahan setelah sekian lama menghadapi ketegangan karena menunggu. Mungkin karena khawatir keduluan orang atau si pemilik takut berubah pikiran. Hal ini sungguh mungkin terjadi, seperti yang pernah dialami oleh sahabat FOC dari Purwokerto ini, Mas Djiran. Berikut penuturannya saat mendapatkan Fongers BB60 1928 yang paling dibanggakannya:
“Sepeda ini didapat dari seorang mantan pejabat di Kabupaten Banyumas. Memerlukan waktu dua bulan untuk membujuk sang mantan birokrat supaya melepas sepedanya, yang bikin gak tenang sepeda ini dipajang di samping joglo rumahnya yang hampir tiap hari kedatangan tamu yang memungkinkan banyak orang yang tahu keberadaan sepeda ini. Alhamdulillah berjodoh ke saya”. Gak apa-apa mas, anaknya gak dapat, sepeda yang didapat…….
“Kondisi sepeda seperti di gambar dengan velg depan Lepper 36, velg belakang kron frinz FG 40, kunci jam merk Schlieper dan hanya beberapa bagian saja yang saya ganti, seperti sadel lama diganti dengan Hygia FG orisinil dan pedal awalnya merk 200 diganti dengan pedal Fongers made in Tegal.
| Type BB 60 |
Framenumber 2868-54 |
Mas Djiran…kulo ijin sedikit membahasnya…..
Sungguh suatu penampakan yang luar biasa, penampakan cat hampir lebih dari 90% utuh dengan guratan strip hijau khas fongers yang masih jelas dan tampilan transfer merk yang semakin menambah indah. Menurut saya, sepeda ini sudah sangat original terutama dari spesifikasi utama dari sebuah sepeda fongers tua yaitu Stir kemudi, unit rem, Gir tengah, fork depan dan supitan belakang adalah hal utama dari sebuah fongers idaman.
Stir kemudi merupakan ciri dari BB opsi rem botol, dimana pelatuk rem depan berada persis di tengah kepala stir dan pelatuk rem belakang sedikit di sisi kiri kepala stir. Segitiga pengungkit rem depan pastilah bukan model baut tapi menggunakan model kait yang merupakan spec mutlak untuk rem botol. Ciri utama lain yang kadang dilupakan adalah tidak ikut bergeraknya selubung tuas rem yang diapit dua dudukan kuku macan ketika tuas rem digerakan (hal ini berbeda dengan stir rem “U” yang selubungnya ikut bergerak).
Rem botol yang cantik bukan……..? (tapi…gulungan kabelnya disingkirkan neh….). Opsi rem botol selalu menggunakan model kait untuk menghubungkan tiap kawat tarikannya dengan tiap pengungkitnya.
Supitan/ fork belakang menggunakan model double pengatur roda yang umumnya sering kita temukan pada BB di atas 1925 (???). Dudukan as roda depan/ belakang menggunakan model “C” munduk (FOC red)
Untuk piringan/ gir tengah sudah sulit dibahas lagi. Sudah top markotop…..!
Katengkas menggunakan bahan metal dan menggunakan tutup dengan lubang seukuran sedikit lebih besar dari diameter AS tengah. Saat membukanya otomatis stang pengayuh harus dicopot terlebih dahulu. Tutup katengkas model ini pernah juga kami temukan pada BB 1927 dan beberapa di tahun 30 an. Katengkas ini pastinya original, terlihat baut pengaitnya pada body frame masih pada kedudukannya.
Berikut kami tampilkan beberapa aksesoris yang melengkapinya:
| Pedal made in Tegal Garang |
Stopan yang lucu dan manis |
| Shifter SA tua |
Tiang slebor yang cantik |
Demikian sajian pada kesempatan kali ini. Kami, FOC team mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mas Djiran-Purwokerto atas postingan fongers kebanggaanya. Semoga menjadi inspirasi bagi semua orang, untuk tidak slalu was-was dalam menunggu sebuah penantian. Ingat…..kalo sudah jadi rejekinya tidak akan kemana-mana.
Sidoarjo, 24 April 2012
FOC Team
23 April 2013 pada 11:53
wah mantap gan
1 Desember 2012 pada 23:01
keren sekali sepedany om
barang langka
6 Mei 2012 pada 13:50
wawawwwww…..sesuatu bgt yahhh….keren
31 Agustus 2012 pada 16:45
Alhamdulillah ya…..!!!
1 Mei 2012 pada 13:07
akhirnya… tidur nyenyakkkkkkk…..
1 Mei 2012 pada 13:06
ha…ha…ha… 2 bulan nunggu barang pasti (bagus)yang tidak pasti (dilepas)… salam dari jogja istimewa…
25 April 2012 pada 08:57
muantab,..
24 April 2012 pada 18:48
Sieep,..
Pngen pelek kronprinz-nya.??hehehe.
24 April 2012 pada 17:36
mantap poooool…………
semoga sepeda ini terawat dengan baik.
24 April 2012 pada 13:24
judule koyo sinetron, maturnuwun om in’s
24 April 2012 pada 13:23
judule koyo sinetron “was-was membawa nimat” .. he he he maturnuwun om in’s
24 April 2012 pada 13:15
selamat buat mas Djiran…!
24 April 2012 pada 09:52
tanggapan pertama : Mantafff , sepeda yg patut menjadi kebanggaan. selamat ya….
24 April 2012 pada 08:23
good Fongers…